Uncategorized

Siang ini, komplainan boss yang belakangan ini lumrah terjadi membuat gue merasa ga kuat. Rasanya mau nyerah aja, mau ilang, mau pergi!

Gue nangis dan menangis sambil kerja, tangan kanan antara ngapus air mata sama pegang mouse. Tangan kiri pencet keyboard sama apus air mata. Baru berenti setelah gue tahan saat gue mau ngadep Boss.

Setelah kerjaan gue selesai, gue masih meratapi diri lagi. Sebelah kiri gue ada vitamin dari Suami yang baru dibeli kemarin. Vitamin khusus gue yang dia beli karena gue punya Thalasemia minor, dia yang pilih sendiri, dia baca ingridientsnya sendiri, dengan yakin penuh beliin ini ke gue.

Akhirnya ya gue nangis lagi, kali ini nangis terharu inget kejadian semalem.

Inget kebaikan suami

Inget masih ada yang sayang

Inget masih ada yang peduli

Udah ya Din, ini cuma badai aja. Abis nangis, kita balik kerja lagi. Banyak orang yang nunggu kita pulang.

Standard
Uncategorized

Doa Duniawi

Di bulan Ramadhan ini, ada yang berdoa semoga keinginan untuk mendapatkan buah hatinya terwujud

Ada yang berdoa semoga dagangannya laku, supaya anak-anaknya bisa beli baju

Ada yang doanya semoga penyakit orang tuanya segera diangkat, sehingga bisa berkumpul bersama lagi

Ada yang mulai menghitung kira-kira akan dapat THR berapa, karena itu kesempatan memenuhi pos-pos kebutuhan

Ada yang berharap semoga tahun ini dapat kerja, setelah tahun lalu kena lay-off

Sementara gue, berdoa semoga bisa menghasilkan pekerjaan yang baik, berhenti jadi yang paling bodoh dan hanya jadi beban team.

Standard
Uncategorized

Yuk nyerah aja yuk, Din.

Menyerah juga sebenernya sebuah pilihan kok.

Di Dunia ini cuma orang gila yang maksain diri untuk selalu dibilang bodoh.

Dan bahkan hati kita belum seikhlas itu untuk menerima kata itu keluar.

Standard
Uncategorized

Marah

Sabar

Sabar

Sabar

Puncaknya gue akan menyerah.

Kalau gue sudah menyerah, artinya gue sudah ada dititik tidak lagi bisa toleran. Cukup sampai disitu saja.

Tidak dengan selalu marah, cukup pergi. Stok sabar untuk hal itu sudah habis.

Sabar untuk yang lain masih ada.

Jadi maaf kalau sehabis itu saya pergi, jangan jadikan sabar saya sebagai lahan kamu menginjak-nginjak.

Standard
djounal, life

Connection Lost : Ruwet

Pernah ga setiap hari rasanya capek banget sampai rasanya ga punya tenaga untuk ngobrol sama orang lain? Tapi sebenernya otak tuh mikir terus, pikirannya lama-lama ruwet, bercabang kesana kesini, kusut entah kemana. Pikiran ini, udah mengkonsumsi energi gue mungkin 60%, 40% dipake buat jalan, ngelakuin aktivitas fisik, ngomong seperlunya, dan sisanya jempol untuk scroll smartphone.

Tapi pikiran yang ruwet itu ternyata ga bisa juga gue gunakan secara maksimal, karena kalau gue mau ambil keputusan, gue harus ikutin alur pikiran gue yang kayak labirin HAHAHA.

Akhirnya, gue yang run out of energy ini tidak lagi bisa diajak bicara sama siapapun, termasuk dengan suami gue. Gue bahkan ga bisa jawab “biasanya kan perempuan gila-gilaan diet ya, kok kamu enggak?” Instead of menjelaskan apa yang sudah gue lakukan, gue langsung tembak dia aja dengan “ini arahnya kemana? aku kurang terus nih dimata kamu?”

Seandainya gue enggak langsung loncat dengan kesimpulan yang gue bikin sendiri dari overthingking pikiran gue, mungkin obrolan itu akan berjalan lancar, dan menghasilkan motivasi buat gue supaya diet hidup lebih sehat.

Ini baru ke Dika loh, belum lagi ke keluarga, temen-temen, rekan kerjaan. Pun tersambung ke Tuhan, bahkan ke diri gue sendiri.

Gue belum nemu jawabannya apa yang harus gue lakukan, jadi gue baru nulis aja hal ini karena jujur aku tuh lelah. Pengen ga gini lagi gitu loh, tapi enggak tau harus gimana dong?!

Udah segini dulu ya, tulisan ini ditulis di Bus Trans Jakarta dari Halte Adam Malik ke Halte Tirtayasa.

Standard
Uncategorized

Birthday!

Dear Dinda,

Hari ini ulang tahunmu, selamat menuju 28 tahun! Setahun lalu kamu selalu bilang “suka deh sama umur 27, sounds so sexy!”

Then what happened in your 27 years old?

Well, kamu masih sangat Libra, masih tidak suka confront ke orang. Masih ga suka sama orang yang kalau ngomong suka seenaaknya apalagi bahas fisik, tapi kamu pendam balasan kamu, padahal dalam hati menjerit “Yaelah lo juga dulu pake krim pemutih mbak” atau “please mas, anda juga badannya sama kayak gapura komplek”.

Berkali-kali test MBTI dan hasilnya tetap sama, masih ENFP. Meskipun kamu berharap bisa mengurangi presentase Feelingnya, tapi yang ada malah makin naik. Iya, masih ambil keputusan pakai hati, bukan logika.

Hasil test “Your Top Fear Archetype” ternyata kamu the people pleaser. Ya kita tau lah kalau keputusan berdasarkan hati, pasti jadi “iya deh, kasian”. Padahal dalam hati lagi-lagi kamu teriak “enggak please enggggaaaakkk!”

Tentang karirmu, akhirnya kamu berani ambil tindakan untuk keluar dari comfort zone, and yess finally you’ve made it to work as designer. Congratulation for the new tittle as a “creative designer”. Yeaaaayyy!

You’re boss is a foreigner, you talk in english every single day, but still, you’re affraid to talk in english on your social media. Because you know the people arround you are grammar nazi hahahaha! Let’s be braver, shall we?

You’re still mature inside, pecicilan outside. Entah gimana caranya pecicilan ini bisa berkurang, ingat, kamu punya cita-cita untuk jadi anggun, Dinda!

Sejauh ini kamu udah nonton konser Bigbang, BTS, Westlife, udah nonton livenya Rendy Pandugo dan Teddy Adhitya. Tanggal 26 Oktober nanti akan nonton Backstreet Boys. Jiwa Fangirl kamu kuat juga ya Din, hm. Jangan lupa kapan-kapan nonton livenya Tulus ya. Itu masuk ke bucket list loh.

And last and the most important, you are still in love with the same person for 5 years, Andika Frestian Ihsan. AND YOU ARE A BRIDE TO BE!!! Yeaaayyyyy!! Finally yeaayyy! Yeay dari teman ngopi ke partner kerja ke partner hidup yeaayyy!

So, enjoy your last 3 months as Ms. Dinda :). Enjoy your roller coaster ride for wedding preparation, house renovation, work and overtime, freelance and everything it between. Kamu berhasil melewatinya 2 bulan terakhir ini, jadi sebenernya kita nih bisa. Cuma emang stress aja, gapapa. Kan emang kita anaknya mudah stress. Ehe.

So? Ready for the next adventure in 28? You should, because i know we’re on the right track ๐Ÿ˜Š.

And be grateful, you’re surrounded by good people, you’re still adorable, charming, gorgeus and lovable as always ๐Ÿงก.

Love,

28 years Dinda.

Standard
Uncategorized

Jumat pagi

Tanggal 20 September 2019.

Bangun tidur badan masih super capek.

“Tidur itu untuk recharge tenaga” kayaknya cuma mitos ya.

Oh iya, harus ngeprint gambar kerja rumah.

Oh iya, harus cek tangga karena semua orang nanyain terus.

Oke, mari cek kondisi lapangan.

Tentu saja, terlambat bekerja.

Standard