Uncategorized

Kangen

Belakangan ini kita sering bersitengang

Tidak jarang aku gunakan spasi agar punya ruang

Aku rindu kita beberapa bulan lalu

Maafkan aku, tapi hati kecilku aku tetap kangen Ibu.

Standard
Uncategorized

Birthday!

Dear Dinda,

Hari ini ulang tahunmu, selamat menuju 28 tahun! Setahun lalu kamu selalu bilang “suka deh sama umur 27, sounds so sexy!”

Then what happened in your 27 years old?

Well, kamu masih sangat Libra, masih tidak suka confront ke orang. Masih ga suka sama orang yang kalau ngomong suka seenaaknya apalagi bahas fisik, tapi kamu pendam balasan kamu, padahal dalam hati menjerit “Yaelah lo juga dulu pake krim pemutih mbak” atau “please mas, anda juga badannya sama kayak gapura komplek”.

Berkali-kali test MBTI dan hasilnya tetap sama, masih ENFP. Meskipun kamu berharap bisa mengurangi presentase Feelingnya, tapi yang ada malah makin naik. Iya, masih ambil keputusan pakai hati, bukan logika.

Hasil test “Your Top Fear Archetype” ternyata kamu the people pleaser. Ya kita tau lah kalau keputusan berdasarkan hati, pasti jadi “iya deh, kasian”. Padahal dalam hati lagi-lagi kamu teriak “enggak please enggggaaaakkk!”

Tentang karirmu, akhirnya kamu berani ambil tindakan untuk keluar dari comfort zone, and yess finally you’ve made it to work as designer. Congratulation for the new tittle as a “creative designer”. Yeaaaayyy!

You’re boss is a foreigner, you talk in english every single day, but still, you’re affraid to talk in english on your social media. Because you know the people arround you are grammar nazi hahahaha! Let’s be braver, shall we?

You’re still mature inside, pecicilan outside. Entah gimana caranya pecicilan ini bisa berkurang, ingat, kamu punya cita-cita untuk jadi anggun, Dinda!

Sejauh ini kamu udah nonton konser Bigbang, BTS, Westlife, udah nonton livenya Rendy Pandugo dan Teddy Adhitya. Tanggal 26 Oktober nanti akan nonton Backstreet Boys. Jiwa Fangirl kamu kuat juga ya Din, hm. Jangan lupa kapan-kapan nonton livenya Tulus ya. Itu masuk ke bucket list loh.

And last and the most important, you are still in love with the same person for 5 years, Andika Frestian Ihsan. AND YOU ARE A BRIDE TO BE!!! Yeaaayyyyy!! Finally yeaayyy! Yeay dari teman ngopi ke partner kerja ke partner hidup yeaayyy!

So, enjoy your last 3 months as Ms. Dinda :). Enjoy your roller coaster ride for wedding preparation, house renovation, work and overtime, freelance and everything it between. Kamu berhasil melewatinya 2 bulan terakhir ini, jadi sebenernya kita nih bisa. Cuma emang stress aja, gapapa. Kan emang kita anaknya mudah stress. Ehe.

So? Ready for the next adventure in 28? You should, because i know we’re on the right track 😊.

And be grateful, you’re surrounded by good people, you’re still adorable, charming, gorgeus and lovable as always 🧡.

Love,

28 years Dinda.

Standard
Uncategorized

Jumat pagi

Tanggal 20 September 2019.

Bangun tidur badan masih super capek.

“Tidur itu untuk recharge tenaga” kayaknya cuma mitos ya.

Oh iya, harus ngeprint gambar kerja rumah.

Oh iya, harus cek tangga karena semua orang nanyain terus.

Oke, mari cek kondisi lapangan.

Tentu saja, terlambat bekerja.

Standard
djounal, life

Universe Talks

Senin 22:37 – Selasa, 00:21

RSUD Tarakan, Jakarta.

Halo, Dinda disini. Sedang berkutat dengan freelance tapi ga punya ide, disamping gue ada Ibu yang sedari tadi siang selesai di athroscopy dan sekarang sedang tertidur meski sesekali bangun meringis kesakitan karena kakinya yang abis di operasi.

Sedari tahun lalu lutut Ibu ada pengapuran dan tingkatnya sudah cukup parah. Gue dan keluarga mencari banyak informasi dari orang-orang terdekat dan internet (ya millenials banget) akhirnya Ibu memutuskan untuk athroscopy. Setelah berkutat selama 4 bulan dengan faskes 1, Rumah sakit tipe C, sampai akhirnya ke RSUD Tarakan, akhirnya baru hari ini Ibu dioperasinya.

Lalu apa hubungannya dengan universe talks?

ada, ada hubungannya dengan hidup gue.

Beberapa waktu lalu, gue menyadari diri gue not-so-happy-and-passionate-anymore dengan pekerjaan gue. Tapi tentunya karena gue butuh duit maka gue mengesampingkan pikiran itu dan tetap bekerja sebagai mana mestinya. Bahkan gue sempet liburan untuk me-refresh pikiran gue supaya bisa balik kerja seperti biasa. Oiya, pernah juga nyoba curhat online, tapi ternyata tidak efektif ya saudara sekalian.

Tentunya, perasaan buntu itu “hilang dan timbul” lagi, pokoknya soundtrack gue kali itu Adele – chasing pavements lah! Tapi dasar anaknya kebanyakan mikir, gue selalu maju mundur tiap kali mau mengatakan resign. Alasannya, mulai dari butuh uang, hingga gue belum punya back up plan kalaupun gue resign nantinya.

Awal tahun yang seharusnya punya semangat baru, gue malah merasa berada dititik terendahnya, tapi gue merasa gue ga punya alasan untuk keluar kalau hanya sekedar “tidak lagi punya passion”, lucunya disaat gue merasa se-hopeless enggak tau mau gimana ini, keluarlah keputusan Ibu untuk operasi. okay, Universe, i got your code :). Lalu munculah keyakinan, ini memang waktunya.

Gue percaya dengan universe talks, untuk gue yang terlalu banyak mikir ada saatnya gue merasa hopeless dan ga capable untuk ngambil keputusan sehingga gue butuh bantuan-Nya. Jadi terkadang gue cuma bisa berdoa sambil ngasih alternatif – alternatif permintaan gue (iya, anaknya tetep banyak mau) kemudian biarlah Allah yang menjawab doa gue dengan caranya.

Seperti keputusan resign ini. Hati gue lega ketika Ibu operasi, gue bisa nemenin Ibu full day.






Standard
djounal, life

Ditempat sosis kentang

“Kamu mungkin ga ninggalin aku?”

“Hmmm.. ya mungkin sih”

“Kalau kenapa?”

“Kalau kamu ga nikah-nikahin aku”

“Lah itu mah dari sekarang aja”

“Yah jangan gitu dong, aku udah siap loh buat tinggal sama kamu dikamar kostan”

Dika mengangguk.

Dan gue melanjutkan, “lagian kan kamu yang bilang, jangan ngomong terlalu manis. Nanti aku bilang ya gakan lah sayang, terus kita bener ga jadi, aku jahat loh”.

“Oh iya bener!”

Shall we see what will happen next?

See you in another coversation!

Standard
Uncategorized

Masih Kosong

Saya ingat 2 tahun yang lalu, saat saya masih bekerja di kantor lama saya, setiap harinya selama 1,5 tahun saya terluka karena harus mengerjakan pekerjaan yang saya tidak mau.

Terlalu sombong padahal kosong, saya selalu berfikir saya bisa menjadi yang lebih baik dan sudah waktunya untuk melaju.

2 Tahun yang lalu ketika saya tidak menginginkan pekerjaan saya , maka saya mengatakan hal ini pada General Manager kantor, “promosikan saya, atau lepas”

Lucunya, saya dilepas. Seperti anak ayam yang bahkan masih terlalu kuning, merasa dirinya sudah sehebat induknya padahal dirinya bisa jadi bulan-bulanan cacing cari perkara. Tidak ada pilihan lain hingga akhirnya saya pergi, keluar dari tempat yang menjadi kantor ternyaman sepanjang saya bekerja.

Kemudian setahun yang lalu ketika saya merasa bisa menjadi yang saya mau. Saya dihadapkan dengan realita kalau saya masih menjadi anak ayam kuning, atau untuk sedikit hiburan anak ayam yang bulunya baru mau berubah warna. Saya belum siap menjadi hebat.

Pilihannya ketika dihadapkan pada realita bahwa saya masih saya saja orang yang payah hingga saya harus mengambil jalan lain untuk setidaknya mencoba jadi hebat, Atau dengan tittle job yang saya inginkan namun saya harus terseok-seok disetiap harinya. Maka saya memilih ambil jalan lain. Jalan yang mungkin saya tidak pernah bayangkan sebelumnya. Namun berkah dibaliknya saya menjadi yang saya bayangkan di 2 tahun yang lalu.

Seiring berjalannya waktu, saya mengerti kalau sepatah kata bisa merusak keseluruhan jaringan. Jadi alangkah baiknya untuk lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Karena waktu berjalan, umur  yang bertambah, saya harus lebih dewasa dari 2 tahun yang lalu.

Salam hangat dari yang saat ini tentunya saja masih kosong, dan jauh dari hebat. Tidak jauh berbeda dari 2 tahun yang lalu.

 

Warm Regards,

Dinda Shantidewi.

 

 

Standard