djounal, life

Universe Talks

Senin 22:37 – Selasa, 00:21

RSUD Tarakan, Jakarta.

Halo, Dinda disini. Sedang berkutat dengan freelance tapi ga punya ide, disamping gue ada Ibu yang sedari tadi siang selesai di athroscopy dan sekarang sedang tertidur meski sesekali bangun meringis kesakitan karena kakinya yang abis di operasi.

Sedari tahun lalu lutut Ibu ada pengapuran dan tingkatnya sudah cukup parah. Gue dan keluarga mencari banyak informasi dari orang-orang terdekat dan internet (ya millenials banget) akhirnya Ibu memutuskan untuk athroscopy. Setelah berkutat selama 4 bulan dengan faskes 1, Rumah sakit tipe C, sampai akhirnya ke RSUD Tarakan, akhirnya baru hari ini Ibu dioperasinya.

Lalu apa hubungannya dengan universe talks?

ada, ada hubungannya dengan hidup gue.

Beberapa waktu lalu, gue menyadari diri gue not-so-happy-and-passionate-anymore dengan pekerjaan gue. Tapi tentunya karena gue butuh duit maka gue mengesampingkan pikiran itu dan tetap bekerja sebagai mana mestinya. Bahkan gue sempet liburan untuk me-refresh pikiran gue supaya bisa balik kerja seperti biasa. Oiya, pernah juga nyoba curhat online, tapi ternyata tidak efektif ya saudara sekalian.

Tentunya, perasaan buntu itu “hilang dan timbul” lagi, pokoknya soundtrack gue kali itu Adele – chasing pavements lah! Tapi dasar anaknya kebanyakan mikir, gue selalu maju mundur tiap kali mau mengatakan resign. Alasannya, mulai dari butuh uang, hingga gue belum punya back up plan kalaupun gue resign nantinya.

Awal tahun yang seharusnya punya semangat baru, gue malah merasa berada dititik terendahnya, tapi gue merasa gue ga punya alasan untuk keluar kalau hanya sekedar “tidak lagi punya passion”, lucunya disaat gue merasa se-hopeless enggak tau mau gimana ini, keluarlah keputusan Ibu untuk operasi. okay, Universe, i got your code :). Lalu munculah keyakinan, ini memang waktunya.

Gue percaya dengan universe talks, untuk gue yang terlalu banyak mikir ada saatnya gue merasa hopeless dan ga capable untuk ngambil keputusan sehingga gue butuh bantuan-Nya. Jadi terkadang gue cuma bisa berdoa sambil ngasih alternatif – alternatif permintaan gue (iya, anaknya tetep banyak mau) kemudian biarlah Allah yang menjawab doa gue dengan caranya.

Seperti keputusan resign ini. Hati gue lega ketika Ibu operasi, gue bisa nemenin Ibu full day.






Advertisements
Standard